Ingat pada tahun 90-an, saya lupa persisnya, beberapa anak masuk rumah sakit karena luka dimatanya. Kenapa? Itu terjadi akibat mainan pistol yang berisikan peluru-peluru keci terbuat dari plastik didalamnya. Saya pernah secara tidak sengaja menemukan mainan tersebut dirumah orangtua saya. Rupanya itu adalah mainan salah seorang sepupu saya yang tertinggal ketika berkunjung kerumah orang tua saya. Iseng-iseng saya tembakan ketangan saya. Aw!! Sakit!! Peluru kecilnya yang berwarna merah keluar dengan cepat. Saya tidak habis pikir bagaimana pistol itu bisa menjadi mainan anak-anak?

Akhirnya di televisi saya meliht tayangan  beberapa anak masuk kerumah sakit dan terancam buta karena memainkan pistol tersebut. Yang amat disayangkan, bagaimana orangtua bisa membelikan anak-anaknya mainan yang berbahaya? Disini jelas bagaimana lemahnya pengawasan orangtua terhadap penggunaan mainan anak-anak.

Bermain (menurut saya) tidak hanya sekedar bermain tetapi juga harus aman. Perhatikan produk mainan yang akan dibeli. Apakah mengandung bahan yang berbahaya? Jenis mainan plastik dan murah sering menjadi pilihan. Tapi tidakkah anda menyadari bahwa kemungkinan terdapat racun didalamnya? Atau apakah anda sudah memilih mainan yang tepat, sesuai dengan usia anak anda? Mainan yang tidak sesuai dengan umur anak dapat membahayakan keselamatan. Contoh, anak berusia kurang dari 3 tahun memainkan mainan elektronik, ini tidak sesuai karena bagian-bagian dari mainan tersebut dapat terlepas dan dapat ditelan oleh anak. Hati-hati pula dengan koin. Seorang teman saya yang perawat rumah sakit mengatakan ada beberapa anak yang harus dioperasi karena memakan koin.

Jadi, mainan bukan sekedar mainan yang diberikan hanya agar si anak merasa senang atau tidak menangis. Tapi perhatikan pula segi keamanan. Karena anak berhakmendapatkan mainan yang aman!

Tags: , ,

2 Responses to “Anak Berhak Mendapatkan Mainan Yang Aman!”

  1. iya.. setuju.. anak-anak membutuhkan mainan yang aman..
    Jadi para orang tua harus memperhatikan mainan yang diberikan kepada anaknya, apakah sudah aman atau justru sebaliknya.

    Mari belajar melipat Origami…!!

  2. Admin says:

    Sorry banget telat reply nya…tp saya sependapat dengan Anda…

Leave a Reply